Fungsi Persediaan

Fungsi Persediaan.
1.      Menghilangkan/mengurangi  risiko keterlambatan pengiriman bahan
2.      Menyesuaikan dengan jadwal produksi
3.      Menghilangkan/mengurangi resiko kenaikan harga
4.      Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman
5.      Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.
6.      Mendapatkan keuntungan dari quantity discount
7.      Komitmen terhadap pelanggan.

Analisis ABC

Seringkali suatu organisasi/perusahaan dihadapkan kepada masalah penyimpanan dan pemeliharaan persediaan yang berbeda-beda, baik itu bahan baku, komponen, maupun barang jadi. Dalam kondisi seperti ini manajemen harus memberikan prioritas pengendalian yang ketat kepada jenis persediaan yang nilainya tinggi, sedangkan terhadap persediaan yang nilainya rendah pengendalian dapat dilakukan dengan agak longgar, sebab terlalu ketat pengendalian terhadap jenis ini bisa jadi biaya pengendalian menjadi lebih tinggi dari nilai persediaannya.
Agar pengendalian efisien, maka persediaan tersebut harus diklasifikasikan terlebih dahulu. Klasifikasi biasanya dibagi menjadi tiga, yang biasa disebut klasifikasi ABC. Konsep ini diperkenalkan HF. Dickie pada tahun 1950 an.Klasifikasi didasarkan kepada nilai persediaan. Dengan diketahuinya klasifikasi ini, maka pengendalian akan dilakukan lebih intensif kepada item tertentu yang merupakan item yang terpenting dari seluruh item yang ada dibandingkan dengan item lainnya.
Nilai dalam klasifikasi ABC adalah   volume bahan yang dibutuhkan selama suatu periode  dikalikan dengan harganya, dengan perkataan lain nilai di sini adalah nilai investasi (volume rupiah  tahunan). Item yang memiliki nilai investasi yang lebih tinggi dari item lain dianggap item yang lebih penting, sehingga akan mendapat perhatian yang lebih serius dalam pengendaliannya.
Item persediaan yang termasuk klasifikasi A adalah item yang memiliki jumlah fisik yang relatif sedikit (sekitar 20 persen) akan tetapi memiliki nilai rupiah tahunan yang tinggi (mencapai sekitar 70 persen) dari seluruh investasi persediaan. Kelompok ini harus mendapat perhatian yang serius karena berdampak biaya tinggi dalam persediaan.
Klasifikasi B,  adalah kelompok persediaan yang memiliki volume fisik sekitar 30 persen item dan sekitar 20 persen dari nilai investai tahunan. Terhadap kelompok persediaan ini pengendalian dilakukan secara moderat.
Klasifikasi C, adalah barang-barang yang secara fisik mencapai sekitar 50 persen item dan sekitar 10 persen nilai investasi tahunan. Terhadap kelompok persediaan ini hanya diperlukan teknik pengendalian yang sederhana, dan pemeriksaan hanya perlu dilakukan sekali-kali. Nilai-nilai persentasi di atas bukan merupakan nilai yang mutlak, akan tetapi sangat tergantung kepada kebijakan perusahaan, dan begitu juga klasifikasinya tidak mutlak harus tiga klasifikasi.
 Item     volume      Harga/unit         volume          Persentase            Kelas
              (unit)                                 (nilai uang)    (nilai uang)         
 


G-103    1,000          $ 90.00          $ 90,000             38.8%                  A
G-204       500            154.00             77,000            33.2%                   A

G-109    1,550               17.00            26,350             11,3%                  B
G-524       350               42.86            15,001               6,4%                  B
G-702    1,000               12.50            12,500               5,4%                  B

G-693      600                14.17              8,502               3,7%                  C
G-906    2,000                   .60              1,200                  .5%                 C
G-507       100                  8,50                850                 .4%                  C
G-592    1,200                    .42                504                 .2%                  C
G-345       250                   .60                 150                 .1%                  C

Upaya Pengendalian Persediaan  

Dalam upaya Pengendalian Persediaan (inventory control) dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Menetapkan sistem Penyediaan Persediaan
  2. Menetapkan jumlah persediaan
  3. Menetapkan administrasi persediaan
A. Menetapkan Sistem Penyediaan Persediaan
            Secara  umum sistem penyediaan persediaan akan mengikuti pola sebagai berikut 
       SS    =  Safety Stock (persediaan pengaman), biasa disebut persediaan penyangga (buffer stock) atauu persediaan besi (iron stock), yaitu persediaan  yang dicadangkan untuk kebutuhan selama menunggu barang datang.

         ROP = Reorder Point adalah titik dimana harus dilakukan pemesan-

                      an  ulang. Besarnya ROP dihitung dengan menambahkan    jumlah persediaan      pengaman dengan jumlah pemakaian selama lead time (pemakaian rata-rata per hari x lead time), secara matematis ditulis :
                                                    ROP = SS + LT x d