Pengertian Bahan Baku

Pengertian Bahan Baku
Bahan baku merupakan salah satu unsur yang paling aktif didalam perusahaan yang secara terus-menerus diperoleh, diubah yang kemudian dijual kembali. Sebahagian besar  dari sumber-sumber perusahaan-perusahaan juga sering dikaitkan dalam persediaan bahan baku yang akan digunakan dalam operasi perusahaan pabrik.
Bahan baku adalah bahan baku yang diolah menjadi produk bahan jadi dan pemakaian dapat diindentifikasikan secara langsung atau diikuti jejaknya atau merupakan integral dari produk tertentu.
Kelompok-kelompok Persediaan
1)      Bahan Baku
Merupakan barang-barang yang diperoleh untuk digunakan dalam proses produksi. Beberapa bahan baku diperoleh secara langsung dari sumber-sumber alam. Namun demikian, lebih sering lagi bahwa bahan baku diperoleh dari perusahaan lain dan ini merupakan produksi akhir dari para pensuplai. Sebagai contoh, kertas cetak merupakan produk akhir dari pabrik kertas, akan tetapi merupakan bahan baku bagi perusahaan percetakan.
Meskipun istilah bahan baku dapat digunakan secara luas untuk menutup seluruh bahan baku yang dipergunakan dalam produksi. Sebutan acapkali dibatasi untuk barang-barang yang secara fisik dimasukkan dalam produk yang diproduksi. Istilah Bahan Pembantu Pabrik (factory supplies) atau Bahan Pembantu Produksi (Manufacturing Supplies), kemudian dipergunakan untuk menyebut bahan tambahan, yaitu bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung dimasukkan dalam produk. Minyak dan bahan bakar untuk peralatan pabrik, bahan pembantu pembersih, dan pos-pos serupa digolongkan dalam bentuk kelompok ini karena pos-pos ini tidak dimasukkan dalam suatu produk tetapi hanya membantu dalam produksi secara keseluruhan. Bahan baku yang secara langsung digunakan dalam produksi barang-barang tertentu disebut bahan langsung; bahan pembantu pabrik disebut bahan tidak langsung.
(Akuntansi Intermediate Volume Komprehensif Edisi Kedelapan, Smith, Jay M., 1992)

2)      Barang-barang dalam Proses
Barang-barang dalam proses (Good In Process), dapat juga disebut pekerjaan dalam proses (Work in process), terdiri dari barang-barang baru sebagian diproses dan perlu dipekerjakan lebih lanjut sebelum dijual. Persediaan ini meliputi tiga unsur biaya yaitu :
a.            Biaya langsung
b.           Upah langsung
c.            Biaya tak langsung (Factory overhead) atau biaya tak langsung/biaya overhead produksi (Manufacturing overhead)
Biaya bahan yang secara langsung diindentifikasikan dengan barang-barang
dalam produksi dikelompokkan :
a.            Biaya tenaga kerja langsung dapat diidentifikasikan dengan barang-barang dalam produksi.
b.            Biaya tidak langsung pabrik yang dapat dilekatkan pada barang-barang yang masih dalam produksi.
(Akuntansi Intermediate Volume Komprehensif Edisi Kedelapan, Smith, Jay M., 1992)

3)      Barang-barang Jadi
Barang-barang Selesai (Finished goods) merupakan produk yang  telah diproduksi dan menunggu dijual. Pada saat produk ini diselesaikan, biaya yang diakumulasikan dalam proses produksi ditransfer dari barang dalam proses ke perkiraan persediaan selesai. Diagram dibawah ini mengilustrasikan arus dasar biaya produk melalui perkiraan-perkiraan persediaan suatu perusahaan manufaktur.