Pengertian Harga Transfer (Transfer Pricing)

Pengertian Harga Transfer (Transfer Pricing)
Harga Transfer (Transfer Pricing) adalah:
Biaya (cost) atau harga (price) yang dibebankan atas pemindahan (transfer) suatu barang atau jasa dari satu divisi ke divisi lain dalam suatu perusahaan (transaksi antar divisi secara internal perusahaan).
Harga Transfer lazimnya dipraktikkan oleh perusahaan yang organisasinya berbentuk desentralisasi dan pertanggungjawaban dilakukan melalui pusat laba (profit center) atau pusat investasi (investment center).
Contoh: PT Krakatau Steel Cilegon dalam menjalankan aktivitas produksinya memiliki tiga divisi, yaitu devisi X, divisi Y, dan divisi Z. Masing-masing divisi menjalankan aktivitas produksi sesuai dengan ruang lingkup kegiatannya. Hasil produksi (output) divisi X mungkin dapat dijual ke divisi Y atau dijual ke pihak luar perusahaan. Demikian juga output divisi Y dapat dijual ke divisi Z sebagai bahan baku di divisinya atau mungkin langsung dijual ke pihak luar perusahaan. Jika terjadi penjualan antar divisi, misalkan divisi X menjual ke divisi Y, maka transaksi antara divisi X dan divisi Y disebut transfer pricing.
Karena organisasi perusahaan bersifat desentralisasi maka keputusan untuk menentukan biaya produksi dan harga jual produk adalah menjadi wewenang masing-masing divisi, meskipun tidak mutlak. Untuk itu, dalam hal terjadinya transaksi antar divisi (transfer pricing) sebaiknya perusahaan (kantor pusat) tidak melakukan intervensi, karena masing-masing divisi akan diukur kinerjanya dari perolehan laba masing-masing divisi.

TUJUAN PENETAPAN HARGA TRANSFER
Sistem penentuan harga transfer  harus memenuhi tiga tujuan berikut :
·         Evaluasi prestasi divisi secara akurat
·         Keselarasan tujuan antara divisi dan perusahaan
·         Tetap terjaganya otonomi divisi
  
METODE PENETAPAN HARGA TRANSFER.
Ada tiga pendekatan atau metode yang lazim digunakan dalam menetapkan harga transfer:

1.      Metode harga pasar (marked-based method).
2.      Metode berdasarkan biaya (at cost method), terdiri dari:
a.   Berdasarkan biaya variabel (variable cost),
b.   Berdasarkan biaya penuh (full cost).
3.      Metode negosiasi (negosiation methods).

Untuk masing – masing metode akan diilustrasikan pada bahasan berikut ini!.
1.      Transfer Pricing berdasarkan Market-Based Methods.
Harga pasar yang kompetitif seringkali dianggap sebagai pendekatan terbaik dalam penentuan harga transfer, terutama jika negosiasi menyangkut harga transfer terjadi kemandekan. Jika harga pasar digunakan sebagai dasar untuk menetapkan harga transfer, maka manajer divisi yang menjual tidak akan kehilangan apapun dengan melakukan kegiatan transfer produk, disisi lain manajer divisi pembelian juga akan mendapatkan kepastian tentang jumlah cost actual yang akan ditanggung perusahaan secara keseluruhan menyangkut transfer produk antar divisi namun secara internal perusahaan.
Praktik transfer pricing dengan metode harga pasar akan terjadi dalam kondisi tidak terdapat kapasitas menganggur (iddle capacity). Persoalan baru akan muncul tatkala divisi penjual memiliki kapasitas menganggur.
Contoh:
McDonald Ltd. memiliki bisnis utama restoran siap saji, disamping juga sebagai produsen makanan kecil dan minuman dengan kualitas prima. Salah satu divisi yang dimiliki dan sudah beroperasi adalah Dunkin Donald yang menjual makanan siap saji. Selain menjual makanan Dunkin Donald juga menjual aneka minuman baik ringan maupun semi keras. Salah satu jenis minuman yang dijual adalah bir klutuk. Dalam kegiatan bisnisnya, McDonald Ltd. baru saja membeli divisi usaha baru yaitu Plamongan Beverage yang menghasilakn bir klutuk. Dalam perjalanannya, Manajer Divisi Bir Klutuk telah melobi Manajer Divisi Dunkin Donald untuk penjualan di restoran siap saji Dunkin Donald. Manajer Divisi Dunkin Donal sepakat bahwa kualitas bir klutuk Plamongan Beverage sebanding dengan kualitas aneka minuman bir yang biasa mereka jual. Persoalannya adalah masalah harga.
Berikut ini adalah informasi tentang produk dan biaya untuk kedua divisi tersebut periode bulan April 2007:


Divisi Plamongan Beverage
Kapasitas Produksi pabrik
divisi bir klutuk per bulan.
10.000 liter
Biaya produksi variabel
per liter bir klutuk.
$ 8.
Total biaya tetap per bulan
$ 70.000
Harga jual bir klutuk
yang sudah beredar di pasar
$ 20. per botol
(asumsi tiap 1 liter
dikemas menjadi 2 botol)
Divisi Dunkin Donald
Harga pokok yang dipatok untuk minuman jenis bir klutuk
$ 18. per botol
Penjualan normal
bir klutuk per bulan
2.000 liter

Berdasarkan data diatas, berapa harga transfer yang harus ditetapkan dan disepakati oleh kedua divisi tersebut, jika digunakan market-based transfer pricing?.
Jawab:
Selama ini Plamongan Beverage telah menjual bir klutuk dengan harga pasar $ 20 per botol. Sebenarnya tanpa membeli dari Plamongan Beverage, Dunkin Donald dapat membeli bir klutuk dari pemasok luar dengan harga Rp 18. per botol. Namun kenapa Dunkin Donald bersedia membeli bir klutuk tersebut dari Plamongan Beverage, padahal harga dari pemasok lebih rendah dibanding dengan harga jual Plamongan Beverage.
Dalam beberapa skema penetapan harga, transfer pricing akan diturunkan sampai Rp 18. dan Dunkin Donald akan diarahkan untuk membeli dari Plamongan Beverage sepanjang Plamongan Beverage bersedia menjual.
Harga pasar luar untuk bir jahe yang dihasilkan oleh Plamongan Beverage adalah   $ 20 per barel. Walaupun begitu,  Dunkin Donald dapat membeli seluruh bir jahe  yang diinginkannya dari  pemasok luar seharga $ 18 per barel. Mengapa  Dunkin Donald bersedia membeli dari Plamongan Beverage, padahal di pasar harganya lebih rendah? Dalam beberapa skema, harga transfer akan diturunkan sampai $ 18, harga pasar penjual luar, dan Dunkin Donald akan diarahkan untuk membeli dari Imperial Beverage sepanjang Plamongan Beverage bersedia menjual.

Perspektif penjual:
Harga transfer ≥ biaya variabel per unit + (margin kontribusi total pada hilangnya penjualan / jumlah unit yang ditransfer)

Perspektif pembeli:
Harga transfer ≤ biaya yang dibayarkan kepada pemasok luar.

Berdasarkan kasus di atas:
Devisi penjual, akan tertarik dalam proposal hanya jika:
Karena devisi penjual memiliki kapasitas menganggur, tidak ada kehilangan penjualan reguler, karena biaya variabel per unit adalah 8, harga transfer terendah yang dapat diterima divisi penjualan juga sebesar 8.
Perhitungan:
Harga transfer ≤ 8 + ( 0 / 2000) = 8
Devisi Pembeli, akan dapat membeli yang serupa dari suatu penjual luar seharga 18. Oleh karena itu, devisi pembeli tidak akan bersedia membayar lebih dari 18 per unit.
Mengkombinasikan persyaratan-persyaratan divisi penjual maupun divisi pembeli, jangkauan harga-harga transfer yang dapat diterima dalam situasi ini adalah:
8 ≤ harga transfer ≤ 18

Jika divisi Plamongan B menjual ke konsumen luar sebanyak 9.000 barel, dan pihak divisi pembeli atau Dunkin Donald masih membutuhkan bir sebanyak 2.000 barel, apakah harga transfer akan terjadi?

Jawab:
Harga transfer ≥ biaya variabel + ( margin kontribusi pada produk hilang / jumlah unit yang ditransfer)

Harga transfer ≥ $ 8  + ( $ 20 - $ 8 ) 1000 / 2000
Harga transfer ≥ $ 8 + ( 12 / 2 )
Harga transfer ≥ $ 8 + $ 6
Harga transfer ≥ $ 14

Jadi kesimpulannya harga transfer yang terjadi:
$ 14 ≤ Harga transfer ≤  $ 18