Penggolongan Aktiva Tetap

Penggolongan Aktiva Tetap
Aktiva tetap yang dimiliki perusahaan banyak jenisnya, untuk tujuan akuntansi maka perlu penggolongan aktiva tetap sesuai dengan kebutuhan dan fungsi masing-masing.
Menurut Harahap (2002:22) :
“Penggolongan aktiva tetap dibagi menjadi berbagai sudut, antara lain :
1.      Sudut Substansi, aktiva tetap dapat dibagi :
a.       Tangible Assets atau aktiva berwujud seperti lahan, mesin, gedung, dan peralatan.
b.      Intangible Assets atau aktiva yang tidak berwujud seperti HGU, GB, Goodwill-Pattens, Copyright, Hak Cipta, Franchise, dan lain-lain.
2.      Sudut Disusutkan atau Tidak
a.       Depreciated Plant Assets yaitu aktiva tetap yang dapat disusutkan seperti bangunan, peralatan, mesin, inventaris, dan lain-lain.
b.      Undepreciated Plant Assets yaitu aktiva tetap yang tidak disusutkan seperti tanah.
3.      Berdasarkan jenis dapat dibagi sebagai berikut :
a.       Lahan
Lahan adalah bidang tanah terhampar baik yang merupakan tempat bangunan maupun yang masih kosong. Dalam akuntansi apabila ada lahan yang didirikan bangunan diatasnya harus dipisahkan pencatatannya dari lahan itu sendiri.
b.      Bangunan Gedung
Gedung adalah bangunan yang terdiri di atas bumi ini baik di atas tanah/ air. Pencatatannya harus terpisah dari lahan yang menjadi lokasi gedung itu.
c.       Mesin
Mesin termasuk peralatan-peralatan yang menjadi bagian dari mesin yang bersangkutan.
d.      Kendaraan
Semua jenis kendaraan seperti alat pengangkutan, truk, traktor, mobil, kendaraan roda dua, dan lain-lain.
e.       Perabot
Dalam jenis ini termasuk perabot kantor, perabot laboraturium, perabot pabrik yang merupakan isi dari suatu bangunan.
f.       Peralatan
Peralatan yang dianggap merupakan  alat-alat besar yang digunakan dalam perusahaan seperti inventaris kantor, inventaris pabrik, inventaris laboraturium, inventaris gudang, dan lain-lain.
g.      Prasarana
Di Indonesia adalah merupakan kebiasaan bahwa perusahaan membuat klasifikasi khusus prasarana seperti jalan, jembatan, roil, pagar, dan lain-lain.”
Menurut Harnanto (2002:314) :
“Penggolongan aktiva tetap di bagi menjadi tiga kelompok atau bagian yaitu :
1.      Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya tidak terbatas. Termasuk dalam kelompok ini adalah tanah yang dipakai sebagai tempat kedudukan bangunan pabrik, bangunan gedung, dan bangunan kantor.
2.      Aktiva berwujud yang umur atau masa kegunaannya terbatas, dan dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaan telah berakhir. Termasuk dalam kelompok ini adalah bangunan, mesin dan alat pabrik, mebel dan perlengkapan kantor, dan kendaraan.
3.      Aktiva tetap yang umur dan masa kegunaannya terbatas, dan tidak dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya telah habis. Termasuk dalam kelompok ini adalah sumber alam, seperti tambang.”