Dampak Teknologi Terhadap Sumber Daya Alam

Dampak Teknologi Terhadap Sumber Daya Alam
Peningkatan teknologi sangat jelas dirasakan, tidak hanya dalam pemanfaatannya tapi juga harus diperhatikan dampak penggunaan teknologi tersebut. Contoh-contoh pemanfaatan dan dampak teknologi terhadap sumber daya alam adalah sebagai berikut.

1. Minyak Bumi
Saat ini minyak bumi masih merupakan sumber daya alam utama dalam memenuhi kebutuhan energi dunia, meskipun ketersediaannya sudah semakin menurun. Diperkirakan permintaan energi akan terus meningkat meskipun pemerintah di semua negara di dunia, menjalankan kebijaksanaan-­kebijaksanaan yang ketat dalam mengatur pemakaian energi.

Bila kita melihat kehidupan sehari-hari, hampir seluruh alat transportasi menggunakan bahan bakar minyak bumi dan kebutuhannya semakin meningkat setiap tahunnya. Padahal minyak bumi merupakan bahan galian yang tidak dapat diperbaharui, artinya hanya sekali pakai kemudian habis. Seperti kita ketahui bahwa minyak bumi berasal dari fosil yang terbentuk jutaan tahun lamanya dengan jumlah yang terbatas, jadi pada suatu saat ketersediaannya pun akan habis. Oleh karena itulah, manusia dituntut untuk mencari alternatif penggantinya.

2. Batu Bara
Dampak yang ditimbulkan dengan adanya teknologi pada penggunaan batu bara tidak kalah dengan yang ditimbulkan pada penggunaan minyak bumi. Diawali dengan cacing tambang, kemudian bahaya keterbatasan oksigen dalam daerah pertambangan terhadap para penambang karena, pengangkutan batu bara dari satu tempat ke tempat lain juga tidak luput dari kebocoran atau tumpahan yang mengganggu lingkungan. Gas-gas yang timbul dari hasil pembakaran hampir serupa dengan hasil pembakaran minyak bumi. Minyak bumi dan batu bara termasuk sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Sumber daya alam lain yang juga tidak dapat diperbarui adalah semua jenis mineral seperti seng, besi, tembaga dan sebagainya. Meskipun demikian berkat teknologi maju, bahan tersebut ada yang dapat dipakai ulang (recycling).

3. Air
Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, artinya setelah dipakai dapat dibersihkan dan digunakan lagi. Namun pembersihan ini tidak dapat dilakukan dengan sempurna sehingga biarpun lambat, nampaknya air bersih ini makin hari semakin menurun jumlah dan kualitasnya. Penurunan kualitas air akibat polusi dapat menyebabkan banyak penyakit. Bila polusi air berasal dari zat kimia beracun, akibatnya lebih serius dan membutuhkan waktu yang panjang untuk penyembuhannya.

4. Hutan, Hewan, dan Ternak
Sumber daya alam yang dapat diperbarui atau memperbarui diri antara lain adalah hutan dan hewan/ternak. Namun teknologi modern justru dapat berakibat pada kerusakan atau kepunahan sumber daya alam tersebut, misalnya penebangan hutan yang semena-mena akan mengakibatkan hutan tidak dapat diperbarui tetapi bahkan musnah. Tumbuhan muda yang tumbuh di tanah yang aus unsur haranya karena erosi, akan menyebabkan kematian dan takkan tumbuh lagi. Jadi, meskipun sumber daya alam dapat diperbarui, tetapi bila batas toleransinya dilewati maka sumber daya alam ini tidak lagi dapat diperbarui. Hal ini berlaku juga pada hewan, dengan menggunakan pukat harimau, ikan besar dan kecil, semuanya terangkat oleh pukat tersebut sehingga tunas-tunas penggantinya ikut terkuras dan tidak dapat lagi mengganti generasi yang sudah tua.

5. Tanah
Tanah pertanian sebagai sumber daya alam merupakan daya yang dapat diperbarui. Tanah dapat digunakan terus-menerus bila dipelihara dengan sebaik-baiknya. Penambahan unsur hara dengan pemupukan merupakan salah satu cara dalam memelihara kondisi tanah. Pemakaian yang sembrono akan merusak tanah apalagi dibiarkan dalam keadaan kosong dan terkena erosi terus-menerus sehingga bagian tanah yang subur akan terkikis sehingga tinggal batu-batu cadas yang sulit dijadikan lahan pertanian.

Penggunaan pestisida yang berisi berbagai macam zat kimia untuk membunuh tanaman, binatang, atau jamur yang merugikan dalam pertanian ternyata memiliki efek samping yang membahayakan manusia. Teknologi yang dirintis manusia sekarang untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida yang kurang menguntungkan antara lain adalah dengan menggunakan kontrol biologis.

6. Sumber Daya Zat Radioaktif
Energi nuklir yang berasal dari fisi atau fusi inti atom memiliki beberapa sifat yang selain dapat dimanfaatkan manusia juga dapat membinasakan, karena adanya sinar radioaktif dari zat yang digunakan. Tetapi perkembangan penggunaan nuklir ini akhirnya akan tergantung pada ketersediaan uranium di alam.

Problem pada penggunaan energi nuklir adalah jaminan bagi kehidupan manusia, bahwa perkembangan teknologi nuklir disertai kemampuan untuk mengatasi bahaya pembuangan bahan sisa yang mengandung unsur radioaktif.

Zat radioaktif merupakan sumber daya alam yang sangat penting terutama dalam menentukan nasib manusia di masa yang akan datang. Zat radioaktif ini memang sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan benar. Sejak ditemukannya oleh Madame Curie, dampaknya sudah bisa terlihat langsung pada orang-orang yang bekerja di laboratoriumnya, bahkan Madame Curie sendiri terkena penyakit aneh akibat zat radioaktif yang belum dikenal pada masa itu. Zat radioaktif memiliki sifat yang khas, yaitu selalu mengeluarkan sinar yang tidak tampak oleh mata. Sinar yang timbul dari zat radioaktif ada tiga macam yaitu sinar alpha bermuatan listrik positif, sinar beta bermuatan listrik negatif, dan sinar gamma yang tidak bermuatan listrik. Sinar gamma inilah yang sangat berbahaya, karena dapat menembus apa saja yang menghalanginya. Molekul-molekul yang netral dapat berubah menjadi ion-ion yang bermuatan listrik bila terkena sinar ini.

Sinar gamma juga dapat merusak susunan gen atau kromosom dalam inti sel sehingga keturunannya menjadi bervariasi, misalnya ada yang mati ataupun cacat. Manusia menggunakan sifat sinar gamma untuk meningkatkan mutu pertanian, misalnya tanaman yang mempunyai sifat-sifat menguntungkan seperti berbuah lebat dan manis, umurnya singkat dan sebagainya.

Sinar inframerah memiliki frekuensi getar yang lebih rendah dari sinar yang dapat dilihat oleh mata. Sinar inframerah disebut juga sinar panas yang tidak dapat dilihat mata, tetapi dapat dirasakan panasnya oleh kulit. Sinar ini bisa berasal dari benda-benda pijar seperti tanur. Untuk menghindari sinar inframerah yang berasal dari tanur diperlukan kaca mata pelindung dari kobalt.

Dari uraian di atas ternyata tidak semua perkembangan teknologi memberi pengaruh yang baik bagi kehidupan manusia, ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya, yaitu:

1. Dampak Positif
Perkembangan dan teknologi dapat membuka banyak lapangan pekerjaan baru sehingga sumber daya manusia dapat berperan, baik tenaga maupun pikiran. Perkembangan dan teknologi mempunyai dampak positif, yaitu terpenuhinya kebutuhan manusia akan kemakmuran materi, kemudahan serta keefektifan dan keefisienan dalam mendayagunakan sumber daya alam. Manusia dapat mengubah sistem transformasi dan komunikasi sehingga menimbulkan kemudahan dengan menggunakan tenaga dan pikirannya atau dengan kata lain akan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

2. Dampak Negatif
Pemanfaatan perkembangan dan teknologi yang tidak atau kurang tepat bagi kondisi masyarakat, tidak akan menambah lapangan pekerjaan, tetapi justru sebaliknya dapat mempersempit lapangan pekerjaan. Hal ini terjadi karena efektivitas dan efisiensi sistem dalam teknologi baru, misalnya banyak pekerjaan yang mula-mula menjadi tugas manusia kemudian diganti oleh mesin. Di negara-negara berkembang, masuknya teknologi baru menimbulkan masalah di bidang ketenagakerjaan, karena kuantitatif sumber daya manusia cukup besar bahkan dapat berlebihan, tetapi secara kualitatif dirasakan sangat kurang terutama untuk menangani teknologi tinggi.