Jenis-jenis Perangkat TIK

Setelah membicarakan perubahan paradigma di bidang pendidikan/pembelajaran, maka pembahasan berikutnya adalah mengenai jenis-jenis perangkat TIK. Dalam kaitan ini, cobalah ANDA tuliskan pada kolom berikut ini jenis-jenis TIK menurut pendapat ANDA. Tentunya ANDA masih ingat bukan mengenai jenis-jenis perangkat TIK sewaktu mempelajari materi pelajaran yang telah dibahas pada bagian sebelumnya? Oleh karena itu, cobalah ingat kembali dan tuliskan! Tidak perlu merasa ragu dalam memberikan jawaban. Seandainya ada jawaban yang belum benar, berarti ANDA telah belajar mengenai jawaban yang benar.

Bagaimana? Tidak terlalu sulit bukan? Mungkin saja beberapa di antara jawaban ANDA adalah komputer (PC), laptop, printer, LCD projector, internet, intranet, dan lain-lain. Baguslah. Jawaban ANDA masih dapat dilengkapi dengan jenis perangkat TIK lainnya, yaitu televisi, radio, dan handphone seperti yang disajikan berikut ini. Untuk lebih memantapkan pemahaman ANDA mengenai jenis-jenis perangkat TIK ini, cobalah jelaskan fungsi masing-masing perangkat TIK yang disajikan di bawah ini. 

Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya bahwa TIK selalu terdiri dari hardware dan software. Hardware atau perangkat keras adalah segala sesuatu peralatan teknologi yang berupa fisik. Cirinya yang paling mudah adalah terlihat dan bisa disentuh. Sedangkan software atau perangkat lunak adalah sistem yang dapat menjalankan atau yang berjalan dalam perangkat keras tersebut. Software dapat berupa operating system (OS), aplikasi, ataupun konten.  Nah sekarang, cobalah sebutkan contoh-contoh software OS, aplikasi, dan konten dengan cara melengkapi soal latihan berikut ini.

Satu hal yang tampaknya sering terjadi sewaktu membeli satu unit komputer (PC) atau laptop adalah kesalahan persepsi, yaitu anggapan bahwa PC atau laptop tersebut telah lengkap dan siap digunakan. Padahal kenyataannya, PC atau laptop tidak dapat digunakan tanpa adanya OS dan aplikasi di dalamnya. Sedangkan OS dan aplikasi adalah software yang harus dibayar lagi. Dalam kaitan ini, sebagai warga negara yang baik yang menghargai hak cipta (intellectual property rights), maka ANDA sebaiknya menggunakan OS dan aplikasi yang orisinal. Beberapa provider menyediakan software yang dapat diakses/diperoleh secara gratis (cuma-cuma) melalui internet (open source).

Selanjutnya, pada bagian berikut ini, cobalah kemukakan pendapat ANDA mengapa kita harus menghargai hak cipta dengan cara menggunakan OS dan aplikasi yang orisinal. Masing-masing kita didorong agar menghindarkan diri untuk menggunakan software OS dan berbagai aplikasi lainnya hasil bajakan.

Potensi TIK
TIK dikatakan dapat memberikan suatu solusi praktis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Dalam kaitan ini, keberhasilan untuk memecahkan masalah pendidikan/pembelajaran dan yang mengarah pada peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan adalah sepenuhnya sangat ditentukan oleh guru yang melaksanakan pemanfaatan TIK itu sendiri. Para peneliti telah menyadari bahwa TIK tidak dapat diperlakukan sebagai variabel bebas tunggal, dan prestasi belajar siswa tidak semata-mata hanya ditentukan oleh sebaik apapun para siswa mencapai hasil tes standar tetapi ditentukan juga oleh kemampuan siswa untuk menggunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi (seperti: berpikir kritis, berpikir analitis, membuat inferensi, dan pemecahan masalah).

Mempertimbangkan dampak dari TIK jenis apapun menuntut suatu pemahaman tentang bagaimana TIK itu dimanfaatkan di dalam kelas dan untuk mencapai tujuan pembelajaran apa (perlu ditetapkan oleh para guru yang memanfaatkannya) di samping pengetahuan tentang jenis penilaian yang akan digunakan untuk menilai peningkatan prestasi belajar siswa, dan kesadaran tentang hakekat perubahan yang kompleks di lingkungan sekolah. Namun demikian, ada permasalahan atau pertanyaan yang sangat mendasar yang perlu mendapat pengkajian yaitu “Apakah peralatan komputer dan fasilitas internet (bagian dari fasilitas TIK) yang diadakan sekolah atau yang diterima sekolah telah dirancang sedemikian rupa sehingga potensinya menunjang kegiatan pembelajaran yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi hasil belajar siswa?”.

Pada umumnya, pengalaman menunjukkan bahwa semangat untuk melakukan pembangunan termasuk pengadaan peralatan selalu menggebu-gebu. Tetapi, setelah pembangunan selesai atau perangkat fasilitas/peralatan telah tersedia, masalah yang cenderung terjadi adalah bahwa bangunan yang telah jadi atau peralatan yang telah tersedia lebih banyak menganggurnya (idle).  Keadaan yang demikian ini dapat juga terjadi di lingkungan sekolah. Sebagai contoh adalah pengadaan perangkat fasilitas/peralatan TIK, baik yang diadakan sendiri oleh sekolah maupun yang diterima sekolah sebagai hasil pengadaan pihak lain. Di beberapa sekolah, perangkat fasilitas/peralatan yang ada belum atau tidak pernah digunakan sekolah atau baru dipakai sudah rusak.Mengapa?

Banyak faktor penyebabnya, antara lain misalnya:
(a) para guru belum dipersiapkan dengan baik untuk memiliki kesiapan dalam memanfaatkan peralatan/fasilitas TIK secara optimal bagi kepentingan kegiatan pembelajaran,
(b) para guru juga tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai di bidang pengembangan bahan-bahan belajar yang dapat disajikan melalui fasilitas/ peralatan TIK yang telah diadakan sekolah,
(c) para guru tidak mendapatkan appresiasi atas usaha atau kerja ekstra yang telah mereka lakukan dalam mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas/ peralatan TIK yang tersedia di sekolah, dan
(d) kurangnya perhatian untuk melakukan perawatan atau pemeliharaan fasilitas/peralatan TIK yang telah dimiliki sekolah (enerjik dalam membangun/ mengadakan tetapi lemah dalam melakukan perawatan/pemeliharaan). 

Tidaklah mengherankan apabila di beberapa sekolah ditemukan adanya perangkat fasilitas/peralatan yang sudah menjadi “besi tua”. Atau, ada juga sekolah yang tidak tahu harus berbuat apa terhadap seperangkat fasilitas/peralatan TIK yang telah mereka terima. Alhasil, pimpinan sekolah tidak berani memanfaatkannya. Mengapa? Karena unsur ketidaktahuan pimpinan sekolah (tidak ada pelatihan bagi mereka tentang cara-cara pemanfaatan dan pemeliharaan peralatan), di samping adanya kekhawatiran akan terjadinya kerusakan apabila dicoba-coba untuk memanfaatkannya. Kalau terjadi kerusakan akan fasilitas/peralatan TIK yang diterima, rasa takut membayang-bayangi mereka. Mereka belum atau tidak tahu harus membawa kemana untuk memperbaiki fasilitas/peralatan TIK tersebut dan dari mana biaya untuk memperbaikinya. Akhirnya, yang terjadi adalah bahwa perangkat fasilitas/ peralatan TIK itu tetap tersimpan dengan baik.

Kenyataan mengindikasikan bahwa apabila dimanfaatkan secara efektif, “pendayagunaan TIK dapat mendukung keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan cara melibatkan (engaging) siswa melaksanakan tugas-tugas yang autentik dan kompleks dalam konteks belajar kolaboratif” (Means, Blando, Olson, Middleton, Morocco, Remz & Zorfass, 1993). Selanjutnya, Soledad MacKinnon mengemukakan bahwa hanya sebagian kecil aplikasi teknologi (misalnya: drill, latihan, tutorial) yang berkaitan dengan pembelajaran yang terarah (directed instruction); sebagian besar lainnya (misalnya: pemecahan masalah, aplikasi multimedia, telekommunikasi) dapat meningkatkan tidak hanya pembelajaran yang terarah tetapi juga lingkungan yang konstruktif tergantung pada bagaimana para guru mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Secara sederhana dapatlah dikemukakan bahwa pada umumnya fasilitas/peralatan TIK dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran karena potensinya antara lain yang dapat:
a.       membuat konkrit konsep yang abstrak, misalnya untuk menjelaskan sistem peredaran darah;
b.      membawa obyek yang berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar, seperti: binatang-binatang buas, atau penguin dari kutub selatan;
c.       menampilkan obyek yang terlalu besar, seperti pasar, candi borobudur;
d.      menampilkan obyek yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti: mikro organisme;
e.       mengamati gerakan yang terlalu cepat, misalnya dengan slow motion atau time-lapse photograhy;
f.       memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan lingkungannya;
g.      memungkinkan keseragaman pengamatan dan persepsi  bagi pengalaman belajar siswa;
h.      membangkitkan motivasi belajar  siswa;
i.        menyajikan informasi belajar secara konsisten,  akurat, berkualitas dan dapat diulang penggunaannya atau  disimpan sesuai dengan kebutuhan; atau
j.        menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak untuk lingkup sasaran yang sedikit/kecil atau banyak/luas, mengatasi batasan waktu (kapan saja) maupun ruang di mana saja).

TIK memiliki potensi yang sangat besar dalam membantu peningkatan efektivitas pembelajaran berdasarkan referensi penelitian yang dirujuk Ade Kusnandar. Potensi TIK yang dimaksudkan dikemukakan sebagai berikut:
a.       10% informasi diperoleh dengan cara membaca (teks).         
b.      20% informasi diperoleh dengan cara mendengar (suara).
c.       30% informasi diperoleh dengan cara melihat (grafis/foto).
d.      50% informasi diperoleh dengan cara melihat dan mendengar (video/animasi).
e.       80% informasi diperoleh dengan cara berbicara.
f.       80% informasi diperoleh dengan cara berbicara dan melakukan (interaktif). 

Sejauh ini telah dibahas apa yang menjadi potensi TIK. Nah, pemahaman ANDA akan lebih mantap lagi apabila ANDA mencoba mengemukakan potensi TIK di dalam pembelajaran. Tuliskanlah jawaban ANDA pada bagian berikut ini. Semakin banyak potensi TIK yang dapat ANDA rumuskan, maka semakin mantap pula tingkat penguasaan ANDA terhadap materi pelajaran yang disajikan di dalam modul ini.

Bagaimana jawaban ANDA? Tidak perlu berkecil hati apabila ANDA hanya mampu merumuskan beberapa saja di antaranya. Apabila sudah selesai ANDA kerjakan, cobalah bandingkan jawaban ANDA dengan jawaban yang disediakan di bawah ini. Melalui kegiatan membandingkan ini diharapkan pemahaman dan wawasan ANDA mengenai potensi TIK akan semakin luas dan mantap.

Berikut ini disajikan beberapa di antara potensi TIK dalam lingkup pendidikan/ pembelajaran. Apabila beberapa jawaban ANDA ternyata sama dengan semua daftar berikut ini, BAGUS. Kalaupun misalnya hanya sebagian saja yang sesuai, tidak usah merasa kecil hati. Seseorang yang mau belajar dari pengalaman, maka apa yang ia pelajari melalui pengalaman tersebut akan senantiasa bertahan lebih lama dalam ingatannya (strong retention). Termasuk belajar melalui kesalahan.