Pengertian Video Digital

Pengertian Video Digital
Video adalah teknologi menangkap, merekam, memproses, menyimpan, dan merekonstruksi suatu urutan dari beberapa gambar. Video pertama kali dikembangkan untuk sistem televisi cathode ray tube (tabung sinar katode).
Video digital pada dasarnya tersusun atas serangkaian frame yang ditampilkan dengan kecepatan tertentu (frame / detik). Jika laju frame cukup tinggi, maka mata manusia melihatnya sebagai rangkaian yang kontinu (Yosi Yonata, 2002).

Masing – masing frame merupakan gambar / citra digital. Suatu gambar digital direpresentasikan dengan sebuah matriks yang masing – masing elemennya merepresentasikan nilai intensitas. Jika I adalah matriks dua dimensi, I(x,y) adalah nilai intensitas yang sesuai pada posisi baris x dan kolom y pada matriks tersebut. Titik – titik ditempat image di-sampling disebut picture elements, atau disebut pixel.

a. Resolusi/ dimensi frame
Resolusi (resolution) atau dimensi frame (frame dimention) adalah ukuran  sebuah frame Resolusi dinyatakan dalam pixel x pixel .Semakin tinggi resolusi, semakin baik kualitas video tersebut, dalam arti bahwa dalam ukuran fisik sama, video dengan resolusi tinggi akan lebih detil. Namun, resolusi yang tinggi akan mengakibatkan jumlah bit yang diperlukan untuk menyimpan atau mentransmisinya meningkat.

b. Kedalaman Bit (bit depth)
Kedalaman bit ( bit depth) menentukan jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan tiap piksel pada sebuah frame. Kedalam bit dinyatakan dalam bit/piksel. Semakin banyak jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah piksel yang berarti semakin tinggi kedalaman pikselnya, maka semakin tinggi pula kualitasnya, dan akibatnya  jumlah bit yang diperlukan menjadi lebih tinggi.
Dengan 1 byte (8 bit) untuk tiap piksel, level intensitas. Dengan level intensitas sebanyak itu, umumnya mata manusia sudah dapat dipuaskan. Kedalaman piksel paling rendah terdapat pada binary value image yang hanya menggunakan 1 bit untuk tiap piksel, sehingga hanya ada dua kemungkinan bagi tiap piksel, yaitu 0 (hitam) atau 1 (putih)..          

c. Laju Frame (frame rate)
Laju frame menunjukkan jumlah frame yang digambar tiap detik dan dinyatakan dengan frame/detik. Sehubungan dengan laju frame in ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kehalusan gerakan (smooth motion ) dan kilatan (flash). Kehalusan gerakan ditentukan oleh frame yang berbeda per detik. Untuk mendapatkan gerakan yang halus, video digital setidaknya harus menampilkan sedikitnya 25 frame per detik. Kilatan ditentukan oleh jumlah berapa kali layar digambar per detik, dengan 20 frame perdetik kilatan sudah dapat dilenyapkan.
d. Representasi Warna
Pada video digital, umumnya representasi warna video dipisahkan menjadi komponen – komponen, baik komponen warna maupun komponen kecerahan. Penyajian semacam ini disebut component video. Berberapa cara pemisahan komponen tersebut adalah RGB, YUV, YIQ.

Pada RGB data video dipisahkan menjadi kompnen-komponen untuk masing-masing warna, yaitu merah(red), hijau(green), dan biru(blue). Warna tiap piksel ditentutukan oleh intensitas masing – masing komponen warna.
Pada YUV pemisahan komponen tidak hanya dilakukan dengan pemisahan warna namun juga dilakukan dengan memisahakan menurut komponen kecerahan (luminance) dan komponen warna (crominance). Pada format PAL, sinyal kecerahan dinyatakan dengan Y, sedangkan dua sinya warna dinyatakan dengan U dan V. Masing-masing komponen tersebut diperoleh dengan mentransformasikan RGB dengan rumus :
Y = 0,299 R + 0,587 G + 0,144 B
U = (B-Y) x 0,493
V = (R-Y) x 0,877

Pada YIQ pemisahan sinyal video menjadi komponen kecerahan dan komponen warna dilakukan dengan format NTSC, komponen kecerahan dinyatakan dengan Y, dan komponen warna dinyatakan dengan I dan Q. Masing – masing komponen tersebut diperoleh dengan mentransformasikan RGB dengan rumus :
Y = 0,299 R + 0,587 G + 0,114 B
I = 0,596 R – 0,257 G – 0,321 B
Q = 0,212 R – 0,532 G – 0,311 B